Archive | Juli 2013

“Cinta untuk Almira”

sebenernya ini tulisan temen, emmm.. bukan temen jg sich..

sebenernya ini tulisan nemu di internet, pas mie baca kyknya ini tulisan beneran deh alias bukan hoax atau tipu2 semata

Mie mau sharing buat temen2 siapa tau ada yang mau membantu.

Kedipan genit Blackberry membuat saya terpaksa menyentuh benda yang kian jarang saya sentuh itu. Pesan dari Mama Bara, berisi link dan icon sedih. Saya buka link itu, dan terlihatlah foto bayi montok dengan leher terbuka di FB. Iya. Terbuka. Seperti (maaf) digorok. Lalu bagaimana kita bisa diam setelah melihat foto itu?

Foto FB yang saya lihat adalah postingan teman Sylvi, bunda dari Almira Ramadhani Uzma, bayi tersebut. Setelah saya telurusi komen di foto tersebut, ternyata ada akun FB Sylvi. Saya baca timeline Sylvi dan mengikuti perkembangan Almira sembari ikut merasakan duka sang bunda. Ia bercerita tentang Almira yang harus dikemoterapi karena penyakit leukimia. Tentang keputusannya membawa pulang Almira dari rumah sakit karena kehabisan biaya. Tentang beratnya beban yang ia rasakan dan keputusasaan. Usahanya mencari pinjaman yang gagal… Duh… Yang paling membuat saya sedih adalah ceritanya ingin mengakhiri hidup. Ya, kadang saat kita merasa terhimpit, satu-satunya jalan keluar yang kita lihat adalah pulang. Kembali ke Pencipta. Namun tidak dengan mati, Sylvi… Dengan sujud πŸ™‚
Jadi kemarin, Kamis, 27 Juni 2013, saya putuskan untuk ke Bandung menjenguk Almira. Di perjalanan saya telpon Sylvi dan mendapat ijinnya untuk menjenguk sekaligus menyebarkan berita tentang Almira agar banyak yang membantu. Sayangnya, Sylvi sudah harus kembali ke kantor. Sama seperti suaminya, Β Iman Suherman, Sylvi bekerja sebagai buruh pabrik. Ia di pabrik sepatu sementara suaminya di pabrik tissue. Ia sudah sempat mengambil cuti 2 bulan untuk menunggui Almira di RS. Sementara ini yang menemani Almira adalah ibunda Sylvi, Bu Lisna.
Siang itu RSIA Hermina, Pasteur, BandungΒ terlihat penuh. Saya langsung menuju lantai 3 dan bertemu dengan Bu Lisna yang masih muda dan ramah. Saya tertegun melihat ketegaran seorang perempuan. Di bibirnya ia tersenyum dengan gurat pedih jelas terlihat di mata. Saya lihat di ranjang Almira bangun dan melihat dengan mata ingin tahu πŸ™‚
Kami saling memandang, lalu Almira mengeluarkan bunyi-bunyi kecil, seperti erangan putus-putus. Tampaknya ia ingin mengadu bahwa lehernya yang diperban sakit sekali. Pipinya yang keras dan lucu juga sakit sekali. Tiap kali neneknya menyentuh pipinya itu dia menangis pelan. Tangannya diinfus, kakinya juga penuh luka. Kasihan sekali kamu, Nak 😦
Almira, 27 Juni kemarin. Semangat ya, Nak πŸ™‚
Almira bersama Nenek, Bu Lisna yg tabah

“Almira ini kuat sekali. Bayangkan, dengan leher bolong seperti itu, tangan diinfus, bokong yang juga bolong, namun kalau saya mengajaknya bermain, dia masih bisa joget-joget. Saya nyanyi untuk dia, tapi perlahan air mata saya mengucur…” bu Lisna mengambil tissue. Saya tidak bisa berkomentar apa-apa. Hanya elusan di punggung, semoga bisa meringankan beban rasa.

Leher yang bolong karena infeksi :,((
Melihat video dan foto-foto yang tersimpan di ponsel bu Lisna, sungguh tak tega. Ada video yang jelas menunjukkan leher Almira yang banyak nanahnya, mata Almira yang bengkak juga karena nanah, dan bokong Almira yang luka seperti bolong, ada daerah hitam yang ternyata merupakan kulitnya yang sudah mati. Saat mengobrol dengan Bu Lisna, seorang dokter masuk untuk memeriksa telinga Almira dan memberitahu kalau gendang telinganya pecah. Astaghfirullah… 😦
Kondisi tubuh Almira memang drop karena menerima chemo dosis tinggi. Kulitnya infeksi, itu yang menyebabkan leher dan bokongnya luka. Saya sungguh tak tega membayangkan penderitaan bayi 10 bulan itu…
“Dia harus 2,5 tahun menjalani pengobatan kemoterapi, Mbak,” cerita Bu Lisna. Banyak harta mereka sudah dijual untuk dana tambahan Almira. TV pun mereka tak punya lagi. Setiap hari ada resep yang harus ditebus. Tentu saja gaji orang tua Almira tak cukup untuk pengobatannya. Awalnya Almira mereka bawa ke rumah sakit negri, namun dari subuh mereka di sana hingga sore hari, tidak ada yang mau melayani dan membantu. Selalu disuruh tunggu dan tunggu. Karena kondisi Almira yang sudah turun, akhirnya atas saran seorang dokter Almira dibawa ke RS Hermina, Pasteur.
Karena air mata dan rasa kasihan saja tidak menyelesaikan masalah, maka mari kita bantuin Almira, yuk! πŸ™‚
1. Sumbang uang semampunya. InshaAllah mampu kok! Meski mungkin terasa berat karena diri sendiri banyak kebutuhan, tapi yakinlah, Allah SWT akan mengganti dengan berlipat. Ini kesempatan kita membersihkan harta. Uang cuma titipan, banyak hak orang lain di sana πŸ™‚ Silahkan salurkan ke Almira yang benar-benar butuh bantuan. Dibanding habis dipakai belanja atau jajan di cafe, kebahagiaan fana yang belum tentu manfaat.
2. Doakan Almira. Sebut namanya dalam sujudmu, ingat dia ketika kau mengadu pada Tuhan. Mohon doakan kesembuhannya agar Almira lekas sehat dan bisa bermain lagi. Kekuatan doa itu luar biasa!
3. Sebarkan berita. Gunakan jejaring sosial seperti Twitter, FB, BBM, Mailing list, dan lain-lain. Bisa jadi kita hanya punya sedikit harta untuk membantu Almira, namun ada teman yang rejekinya lebih banyak dan ingin membantu. Jangan ragu mengajak kebaikan πŸ™‚ Benih kebaikan akan tumbuh menjadi pohon harapan, dan berbuah cinta yang membuat dunia tempat yang indah untuk ditinggali.
Berikut adalah nomor rekening bank Sylvi, mama Almira.
Bank Mandiri Cabang Pupuk Kujang Cikampek
Sylvi Imbarawati
1320011474450
Almira belajar berjalan πŸ™‚
Si cantik seperti boneka
============================================================
Nama saya Azza Waslati. Dengan ini saya menjamin ini bukan berita hoax atau bohong. Saya sudah bertemu langsung dengan Almira dan neneknya, Ibu Lisna. Saya pun sudah ijin melalui telpon pada bunda Almira, Sylvi untuk menulis blog ini.
Tidur tak nyaman membayangkan banyak saudara-saudara kita yang menderita. Ada andil kita dalam kesengsaraan itu. Apa yang kita lakukan untuk meringankan beban mereka? Bisa jadi sekarang kita bisa nyaman menikmati semua kelebihan yang kita miliki, namun siapa menjamin besok-besok kita tidak mengalami hal yang sama? Saya doakan teman-teman semua selalu memiliki rejeki berlebih agar bisa bermanfaat bagi sesama, dilimpahi hati yang lapang, agar tenang, bahagia dan banyak pahala yang bisa menjadi tabungan di kehidupan selanjutnya πŸ™‚
Saya tidak mempublikasikan nomor keluarga Almira karena tidak ingin mereka terganggu dan bisa fokus merawat Almira. Namun bila ada yang benar-benar membutuhkannya, silahkan email saya ke miogagaro@gmail.com. Dengan izin mereka, akan saya berikan nomor ponselnya. Saya menganjurkan teman-teman untuk datang langsung ke RS dan memberi dukungan moral bagi Almira juga keluarga. Memiliki teman berbagi duka bisa memberi tambahan tenaga agar bisa bertahan hingga esok.
Let’s save humanity, show love and compassion.
-Azza-
Maaf y mbk Azza, ngopy tulisannya g bilang2 ^_^

Training Fire Fighter

Hai sahabat..

Kali ini mie mau ceritain pengalaman pertama ikut training tentang fire alias cara menjadi pemadam. Ini berhubungan ama Safety lhoo..

Hari Rabu, 26 Juni 2012 kemarin Mie ikut training dikantor, ini perlu dan penting lho karena kecelakaan kerja itu bisa terjadi dimna aja dan kita harus utamain keselamatan alias safety first.

Ini dia daftar pesertanya:

ο‚· Manotas(Eng workshop)
ο‚· Andi duin(Admin/Driver)
ο‚· Eka Febriyansasi(Adm.Project)
ο‚· Khoirul Annam(Kitadin)
ο‚· Siswanto(Security)
ο‚· Nopriyanta(Eng Jembayan)
ο‚· Ari Nuari(Eng Jembayan)
ο‚· M. Jamroji(Eng Jembayan)
ο‚· Fakhrul Rijal(HR)
ο‚· Fahrul Ridha(Finance)
ο‚· Saiful Anang(Purchasing)

Topiknya:

Introduction
1. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta untuk:
ο‚ž Berani memadamkan api berkategori kecil sebelum menjadi besar dengan menggunakan alat
pemadam api maupun selimut api.
ο‚ž Memiliki pengertian dasar akan perangkat alat bantu pernafasan(Breathing apparatus) berikut
teori cara penggunaannya.

Materi
Teori pembakaran
Api dan bahan peledak merupakan bahaya potensial terhadap komplek industri maupun instalasi lepas
pantai. Pencegahan terhadap api pada suatu instalasi, bergerak dari pengertian akan konsep ini yang
menekankan pada kepedulian insting dan penanganan yang baik.
Kebakaran atau api merupakan reaksi kimia(proses oksidasi) yang menimbulkan panas dan cahaya.
Segitiga Api
Sebelum pembakaran terjadi, ada 3 faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain: panas, oksigen
dan bahan bakar(substansi yang mudah menimbulkan api)
Agar api dapat terus menyala, ketiga unsur tersebut harus tetap ada. Penyingkiran salah satunya dapat
melumpuhkan kebakaran dan api dapat mati dengan sendirinya.
4 cara perpindahan kalor
1. Konveksi
2. Radiasi
3. Konduksi
4. Kontak langsung
Metode pemadaman
Dari segitiga api kita ketahui bahwa pembakaran timbul dan berkelanjutan bila ada panas, oksigen dan
bahan bakar. Pemadaman api pada prinsipnya adalah dengan cara menyingkirkan salah satu atau lebih
dari ketiga faktor tersebut.
Klasifikasi api dan jenis pemadam
A. Api yang timbul akibat kebakaran subtansi padat(kayu, tekstil, kertas) jenis APAR = ABC dry
chemical, water, foam, halogenated
B. Api yang timbul akibat kebakaran subtansi cair(solar, bensin, grease) jenis APAR = ABC dry
powder, foam, halogenated, Co2
C. Api yang timbul akibat kebakaran peralatan electric(computer, masin fax) jenis APAR = ABC dry
chemical, halogenated, Co2
D. Api yang timbul akibat kebakaran metal(magnesium, lithium) jenis APAR = Dry powder)
E. Api yang timbul akibat kebakaran media memasak(minyak sayur) jenis APAR = Wet chemical
Teknik memadamkan api
ο‚ž Utamakan keselamatan
ο‚ž Ada orang yang siap membantu, plus peralatan pemadam
ο‚ž Angin datang dari arah belakang punggung
ο‚ž Jalan yang dilalui tidak terhalang’
ο‚ž Menguji pengukur
ο‚ž Menguji tabung pemadam terlebih dahulu
ο‚ž Bergerak tetap dan menunduk
ο‚ž Jangan sekali-kali membelakangi api
ο‚ž Waspada terhadap sambaran balik dari api
ο‚ž Selalu memadamkan api dengan jarak maksimum dari jangkauan tabung pemadam dan
mengarah langsung ke titik api

ο‚ž Selalu bersiap dan sigap untuk mundur ke belakang.
Praktek
Pelaporan kebakaran
Pengumpulan karyawan di muster poin
Memadamkan api dengan APAR
03 Inspection / Observation Status :
none
04 Incident Notice & Incident Investigation Status:
none
05 Feed Back by attendees :
ο‚· Apa yang akan anda lakukan jika anda berada di satu ruangan
tertutup yang hanya memiliki satu jalan keluar, dan pada saat itu
anda terjebak api dan anda bersama 2 orang lainnya dan hanya ada
satu selimut api disekitar anda?(by. Fakhrul Rijal)
Responds
Usahakan jangan panic,
lakukan sikap berpelukan
dengan selimut api di
gunakan untuk menutupi
kepala,
berguling/merunduk lah
sambil menuju pintu
keluar. Gunakan dinding
sebagai media kenal
situasi
ο‚· Bagaimana menyikapi kebakaran pada kompor minyak?(by. Ari
Nuari)
Api yang timbul oleh
kompor minyak
merupakan kombinasi
dari tekstil(sumbu
kompor) dan
cairan(minyak). Sesuai
dengan klasifikasi APAR,
kita bisa menggunakan
ABC dry powder, namun
jika APAR tidak tersedia,
lakukan pemadaman
dengan selimut api, (apa
saja yang berbahan
seperti jeans dan basah)
ο‚· Mengapa training Basic Fire ini sangat mutlak untuk di ikuti?(by. Eka
Febryansasi)
Ada gula ada semut, ada
produktivitas dan pasti
ada resiko. Perusahaan
pasti memiliki
material/barang yang
memiliki potensi
terbakar jadi sangat
mutlak untuk di sediakan
nya karyawan yang
berkompeten untuk
penyediaan dan
penyampaian training
tersebut.
ο‚· Jelaskan tentang konsep segitiga api yang terdapat pada kebakaran Untuk menentukan